Kembali lagi di blog pribadiku, kali ini saya akan
memposting liburan saya di Tomok, Samosir Kabupaten Tobasa yang indah. Dan pertanyaanya
adalah kenapa saya bisa sampai kesini? ini disebapkan karena adanya undangan
untuk melakukan seminar di inagurasi mahasiswa baru 2012 kampus saya tercinta
Universitas Methodist Indonesia alias ospek gitu lah. Dan setelah acara seminar
selesai saya dan timpun (Medan Tekno) membuat rencana bagaimana kalau kita
jalan-jalan ketomok. Oh iya karena acara seminar kami bertempat di Prapat jadi Tomoklah yang terpikirkan dibenak
teman-teman pada saat itu untuk dijalani.
Dan pada waktu kami di Prapat kami menginap dirumah saudaranya teman kami Chandra Nainggolan dekat dengan pelabuhan penyebrangan kapal Feri Tao toba. Keluarga ini luar biasa baik sama kami semua, bayangkan saja kami tidur lengkap dikasih selimut bahkan hampi tiap detik ditawari makanan. Makanan disini juga luar biasa tebukti kami bisa tambah sampai 3-4 piring setiap makannya. Oke kembali lagi ke masalah Tomok kami pun berangkat dengan mengunakan kapal Feri Tao toba I.
Hal lucu disini terjadi modus malam alias ilmu meloloskan diri supaya tidak bayar naik ferinya, ternyata gagal karena kami bersama teman yang jujur dialah Henry Dolok Damanik, tapi setelah nego-nego harga ahkirnya teman kami yang namanya Berkat Banurea pun membayar sebesar 30 ribu rupiah untuk 9 orang. Dan kami pun masuk ada yang ditangga berdiri-diri sambil menikmati air Danau Toba sambil memakan kacang rebus yang dibeli didalam kapal, ini makanan sudah menjadi ciri khas di kapal ini dan teman kami yang membelikannya & bermurah hati membaginya adalah Rio Nicolas Jonson Tampubolon. Dan teman yang lain diatas duduk dan ada juga yang tidur seperti biasa mereka adalah Tommy Manik dan Ekalaya Manulang dan sebenarnya Henry juga tidur saat itu dan saya juga sih.
Dan pada waktu kami di Prapat kami menginap dirumah saudaranya teman kami Chandra Nainggolan dekat dengan pelabuhan penyebrangan kapal Feri Tao toba. Keluarga ini luar biasa baik sama kami semua, bayangkan saja kami tidur lengkap dikasih selimut bahkan hampi tiap detik ditawari makanan. Makanan disini juga luar biasa tebukti kami bisa tambah sampai 3-4 piring setiap makannya. Oke kembali lagi ke masalah Tomok kami pun berangkat dengan mengunakan kapal Feri Tao toba I.
Hal lucu disini terjadi modus malam alias ilmu meloloskan diri supaya tidak bayar naik ferinya, ternyata gagal karena kami bersama teman yang jujur dialah Henry Dolok Damanik, tapi setelah nego-nego harga ahkirnya teman kami yang namanya Berkat Banurea pun membayar sebesar 30 ribu rupiah untuk 9 orang. Dan kami pun masuk ada yang ditangga berdiri-diri sambil menikmati air Danau Toba sambil memakan kacang rebus yang dibeli didalam kapal, ini makanan sudah menjadi ciri khas di kapal ini dan teman kami yang membelikannya & bermurah hati membaginya adalah Rio Nicolas Jonson Tampubolon. Dan teman yang lain diatas duduk dan ada juga yang tidur seperti biasa mereka adalah Tommy Manik dan Ekalaya Manulang dan sebenarnya Henry juga tidur saat itu dan saya juga sih.
Tampa terasa kapal Feri Tao Toba I pun tiba di Tomok, semuapun turun
lalu kami menyusul setelah kapal sunyi. Dan disinilah puncak cerita setelah
kami sampai pertama kami sampai Bang Johanes Purba alias Hotmaida mengusulkan
mencari rumah makan, dan terjadilah perjalanan yang panjang hanya untuk mencari
rumah makan padahal ada 10 rumah makan yang kami lewati sailalap cari yang enak
kata teman-teman yang lainya dan sampailah kami saat tidak ada satu rumahpun
yaitu ladang-ladang barulah dapat rumah makannya. Kenapalah mau makan aja pun
harus buang-buang tenaga dulu kadang saya berpikir yang sengajanya dibuat
benar-benar kelaparan, Bahkan teman saya Elfris Silalahi yang boleh dikatakan
orang yang paling hemat berkata-kata pun mengeluarkan pendapat “MENCARI RUMAH
MAKAN AJA PUN 1 JAM” kalau saya melihat videonya mau ketawa setengah hidup
awaklah. Kami makan di rumah makan Baksonul rumah makan jawa di kawasan batak.
Setelah makan semuanya pun bergegas melanjutkan perjalanan untuk menbeli
suvenir di Tomok, ini emang daerahnya Made In Lake Toba lah semuanya tapi
seperti biasa hanya lihat-lihat saja satu pun tak ada yang dibeli. Terus
kamipun berkunjung ke Sigale-gale itu boneka yang digerakkan manusia dari
belakang sambil diiringgi musik batak. Dahulu kalah sih, menurut cerita boneka
ini begerak sendiri untuk menortor boneka ini diisi arwah seorang anak yang
telah meninggal, karena ayahnya mau meninggal alias sakit dan anaknya tidak ada
dicobalah arwah sianak yang sudah wafat itu dimasukkan keboneka dan menortorlah
boneka itu untuk siayah yang sakit begitu ceritannya.
Dan setelah itu kami pun
berkunjung kemuseum kok disini saya tidak masuk hanya duduk-duduk diluar
bersama Ekalaya Manulang sambil cerita-cerita bersama junior yang kebetulan
melakukan perjalanan ke Tomok juga, Tp melihat dari hasil foto-foto teman
didalam lagi mencoba alat-alat dahulu kalah diantaranya teman kami Tommy Manik
mencoba cincin Raja Sidabutar dan sempat pulak berkata ”KURASA AKU INI KETRUNANNYA”
kata Tommy. Padahal diakan marga Manik entah dari mana jalannya. Dan pada saat
itu Hujan Turun kamipun menunggu beberapa saat sambil ketawa-ketawa melihat
monyet yang mirip si Chandra kata Si Berkat.
Dan kami pun kembali bergeraka
kali ini kami brkunjung k makam Raja Sidabutar saat masuk harus menggenakan
ulos batak yang tersedia di luar tangga, kami pun memakainya dan masuk kedalam
dan didalam kami pun mendegarkan seseorang sedang menjelaskan sejarah singkat
Makam ini kami pun mendegarkannya sampai terkantuk-kantuk, Sumpah ini sudah
kayak kuliah umum aja pikir kami. Padahal intinya foto-fotonya dan ahkirnya
kami pun selesai dan memberi biaya kontribusi semampunya saja. Dan setelah itu
kamipun turun kembali kebawah tampa terasa hari sudah mau sore. Dan kami pun
kembali ke dermaga tomok untuk naik kapal dan kembali ke Prapat seperti biasa
BANYAKNYA DISITU KAPAL KENAPALAH HARUS 1 JAM MENCARI kurasa sudah hobby kami
berlama-lama dan ahkirnya dapat.
Tunggu dulu belum selesai masuk kedalam kapal
dan keluar lagi alias pindah kapal hanya gara bayar goceng padahal dikapal ini
pun goceng juganya bayar.......gak tau lah mau bilang apa kok diingat-ingat
kebanyakan ketawanya kami. Tapi namaya liburan yah harus gitu biar ada diingat
dikemudian hari kok mulus-mulus aja mana asyikkan.
BERSAMBUNG...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong Beri Komentar Anda Tentang Web Site Saya.